Cara membedakan emas asli dan palsu merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk dimiliki, baik oleh seorang investor pemula maupun penggemar perhiasan emas.
Pasalnya, terdapat beberapa oknum yang membuat emas palsu dengan bentuk dan rupa yang sangat mirip dengan emas asli.
Hingga, kerap kali emas palsu sangat sulit dibedakan secara kasat mata dengan emas asli.
Nah, untuk mencegah Anda tertipu oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, berikut terdapat beberapa cara membedakan emas asli dan palsu yang bisa Anda pelajari. Yuk simak!
Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu
Semakin tinggi kadar sebuah emas, maka akan membuatnya bernilai lebih mahal di pasaran.
Namun, bagaimana jika ternyata emas yang Anda miliki ternyata emas palsu?
Untuk mencegahnya, berikut cara membedakan emas asli dan palsu dengan mudah, di antaranya.
1. Perhatikan ciri-ciri fisiknya
Untuk membedakan antara emas asli dan palsu, Anda dapat melihat tanda-tanda khusus pada emas murni atau batangan. Adapun berikut ciri-cirinya.
- Padat
Emas merupakan logam padat, jadi untuk menguji keasliannya Anda bisa coba menjatuhkannya ke dalam air. Apabila emas tersebut tenggelam, maka emas tersebut asli.
- Tidak magnetis
Emas asli tidak memiliki sifat magnetis, sehingga tidak akan tertarik oleh magnet ketika didekatkan. Apabila emas tertarik magnet, maka dapat dipastikan bahwa itu emas palsu.
- Tidak korosif
Emas memiliki sifat anti karat itu berarti emas tidak akan berubah warna sampai kapan pun. Namun untuk emas asli dengan campuran akan berubah warna menjadi gelap seiring berjalannya waktu.
- Ada tanda angka tertentu
Emas asli memiliki tanda khusus berupa label nilai kadar karat dari emas. Seperti nilai 0-999 atau 0k sampai 24k yang ada di permukaan emas batangan.
2. Menggosokan emas ke keramik
Menggoreskan emas ke permukaan keramik dengan perlahan merupakan cara manual yang bisa Anda coba lakukan secara mandiri untuk mengecek keaslian emas.
Jika setelah itu muncul goresan hitam, maka kemungkinan terdapat kandungan logam lain di dalam emas Anda.
Di samping itu, emas yang asli tidak akan meninggalkan goresan, ya. Warnanya akan tetap kuning mengkilap dan tidak terlihat pudar akibat kikisan dari goresan dengan keramik.
3. Meneteskan cairan asam nitrat
Cara ini dapat Anda lakukan untuk memperhatikan reaksi setelahnya. Sebab, emas asli tidak akan bereaksi terhadap tetesan asam nitrat.
Adapun untuk emas palsu akan memunculkan reaksi warna sebagai berikut:
- Kuning keemasan: logam kuningan berlapis emas
- Hijau: logam besi berlapis emas
- Putih susu: logam perak berlapis emas
Namun perlu dicatat, bahwa tes ini sangat berisiko jika dilakukan sendiri. Karena asam nitrat berbahaya bagi kesehatan pernapasan, lho.
4. Gigit emas
Tahukah Anda, dengan menggigit emas juga menjadi salah satu cara untuk membuktikan suatu emas itu asli atau palsu.
Nah, jika emas yang telah Anda gigit meninggalkan bekas gigitan, maka dapat diartikan kalau itu emas palsu.
Pasalnya, emas asli tidak akan meninggalkan bekas gigitan sedikit pun ketika digigit.
5. Menguji suara deringnya
Sebagaimana sifat emas yang memiliki bentuk padat, maka suaranya pun akan nyaring ketika dijatuhkan pada permukaan keras.
Suara dering emas asli lebih panjang dan nyari. Selain itu, ketika dijatuhkan pada logam, emas asli terdengar lebih nyaring.
Berbeda dengan emas asli yang mengeluarkan suara dering nyaring, dering emas palsu bila dijatuhkan akan cenderung lebih pendek.
6. Melakukan pengukuran kepadatan emasnya
Pengujian kepadatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan air dan gelas sebagai media, ya. Namun ini akan menjadi rumit dibanding cara-cara sebelumnya.
Untuk pengukuran ini, emas akan dimasukkan ke dalam gelas berisi air untuk dilihat volume pergeserannya. Adapun kepadatan atau densitas emas bisa diukur dengan rumus berikut:
| Densitas = Massa Emas / Pergeseran Volume |
Sebagai contoh, emas dengan massa 38 gram dimasukkan ke dalam gelas berisi air dan mengalami pergeseran volume sebesar 2 ml.
Maka dengan menggunakan rumus di atas, perhitungannya dapat diuraikan sebagai berikut:
Densitas = Massa Emas / Pergeseran Volume
= 38 g / 2 ml
= 19 g/ml
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa kepadatan emas murni dengan kadar 24 karat adalah sekitar 19,3 g/ml.
Jadi dapat disimpulkan kalau pergeseran volume di atas mendekati massa jenis emas asli.
Namun, perlu diingat bahwa kadar kemurnian emas berdasarkan densitas berbeda-beda, lho. Berikut beberapa contoh pengukurannya:
- 14K emas kuning: 12,9 g/ml – 14,6 g/ml.
- 18K emas kuning: 15,2 g/ml – 15,9 g/ml.
- 18K emas putih: 14,7 g/ml – 16,9 g/ml.
- 22K emas kuning: 17,7 g/ml – 17,8 g/ml.
Baca juga: Cara Mengetahui Kadar Emas Perhiasan
7. Cek keasliannya di toko emas atau butik logam mulia
Jika masih ragu dengan emas yang Anda miliki itu asli atau tidak, maka Anda dapat membawanya langsung ke butik Antam LM atau UBS untuk melakukan pengecekan.
Petugas toko akan membantu Anda mengecek keaslian emas dan kadar emas yang terkandung pada emas Anda.
Selain itu, Anda juga dapat membedakan emas batangan Antam asli dan palsu menggunakan aplikasi cek emas asli CertiEye, lho.
Nah, itulah cara membedakan emas asli dan palsu yang bisa Anda coba untuk mengecek keaslian emas yang Anda miliki. Anda dapat datang ke beberapa cabang Pandai Gadai terdekat untuk cek keaslian emas Anda. Lihat daftar cabang Pandai Gadai yang sudah menerima emas.
Yuk gadai emas dengan aman dan nyaman di Pandai Gadai! Semoga cara-cara tersebut berguna, ya!




